Waspada Aliran Sesat ‘Gafatar’ Berkedok Home Schooling Beredar di Yogyakarta

Bola Tangkas

Aliran Sesat Gafatar Berkedok Home Schooling

Warga Yogyakarta dihebohkan dengan hadirnya aliran sesat Gafatar berkedok home schooling. Gafatar bermarkas di Dusun Kadisoka, RT 2/RW 1, Purwomartani, Kalasan Sleman. Terungkapnya kasus ini lantaran laporan dari seorang warga yang kehilangan anaknya bernama Ahmad Kevin Aprilio. Kevin adalah seorang siswa home schooling di Gafatar yang tanpa orang tuanya ketahui bahwa organisasi tersebut telah di larang sejak lama oleh pemerintah karena Sesat.

Dikutip dari Kompas.com (11/1), saat Kevin belajar di Sekolah Berbasis Rumah (SBR) Gafatar pun, lanjutnya, aktivitasnya tampak positif. Selain belajar, ada kegiatan sosial dan penghijauan.

"Kami melihatnya sekolahnya bagus. Tidak hanya belajar, tetapi ada kegiatan sosialnya," tegasnya.

Setelah Kevin pergi bersama ayahnya dan tidak bisa dihubungi, pamannya lantas mencoba mencari tahu soal Gafatar. Dari informasi di internet, keluarga baru mengetahui bahwa Gafatar merupakan organisasi yang dilarang.

Sementara itu, ibu Kevin, Olivia Sandra Yunita, menambahkan bahwa dia mencari informasi ke Sekolah Berbasis Rumah (SBR) Gafatar di Jalan Nanas, Ngadisoka Purwomartani, Kalasan, Sleman. Namun, bangunan tempat Kevin sekolah itu dalam keadaan sepi dan sudah dijadikan gudang.

"Saya sudah ke sana, tetapi sudah kosong. Saya tanya yang jaga katanya sekarang dijadikan gudang alat pertanian," katanya.

Namun, meski demikian, Olivia mengaku tidak melihat adanya alat-alat pertanian berada di dalamnya.

Dia pun telah melaporkan hilangnya putranya kepada polisi. Ia berharap Kevin bisa kembali pulang ke rumah. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mencari keberadaan Kevin dan organisasi Gafatar.

Advertisements