Kopi yang Diminum Wayan Mirna Telah di Bubuhi Racun Sianida

Bola Tangkas

Wayan Mirna Dibunuh Racun Sianida

Terkait dengan kasus meninggalnya seorang wanita bernama Wayan Mirna Usai Meminum Kopi di Grand Indonesia beberapa saat yang lalu, ternyata berdasarkan hasil Tim Forensik Polda Metro Jaya menemukan fakta bahwa ditemukannya pendarahan dalam lambung Wayan Mirna.

Dikutip dari Tempo.co (11/1), menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan pendarahan di lambung tersebut mengindikasikan ada yang tak wajar dalam kematian Wayan Mirna. "Persoalannya, yang bersangkutan tak ada riwayat penyakit lambung," kata Musyafak, Minggu, 10 Januari 2016.

Pendarahan di lambung, menurut Musyafak, dapat terjadi ketika lambung kemasukan zat yang bersifat korosif, seperti sianida. Kemungkinan zatnya bersifat asam yang dapat merusak mukosa lambung.

Namun, untuk memastikan hal tersebut, hasil otopsi Mirna akan diserahkan ke Puslabfor Mabes Polri untuk dikonfrontasikan dengan kopi yang terakhir diminun Mirna. "Akan dicocokkan dengan zat yang terkandung dalam kopi yang diminumnya," ujar Musyafak.

Otopsi terhadap jenazah Mirna dilakukan semalam di RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 00.00 WIB selama satu jam. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti dan Kabid Dokkes Komisaris Besar Musyafak menemui keluarga dan meminta otopsi.

Selesai otopsi, jenazah Mirna langsung dikembalikan kepada pihak keluarga. Rencananya, hari ini jenazah akan dikebumikan di Bogor, Jawa Barat.

Mirna meninggal pada Rabu, 6 Januari 2016 setelah meminum es kopi Vietnam di sebuah kafe bersama dua temannya. Mulanya, Mirna diduga mengalami serangan jantung karena minum kopi setelah mengonsumsi obat pelangsing.

Belakangan, ada saksi mata yang menyebutkan bahwa ada rekan Mirna yang memasukkan sesuatu ke gelas Mirna. Polisi pun memeriksa rekaman CCTV di kafe tersebut.

Advertisements