Kronologi Penangkapan Nikita Mirzani dan Hubungannya dengan Prostitusi Artis

Nikita Mirzani Artis PSK

Prostitusi Artis kembali menyeret nama arti Nikita Mirzani, pasalnya pada hari Kamis 10 Desember 2015, Nikita Mirzani digrebrek Subdit III Vice Control dan PPA Direktorat Kriminal Umum Bareskrim Polri saat sedang Check-in di sebuah hotel di Jakarta. Nikita ditangkap bersama finalis Miss Indonesia 2014 Puty Revita yang diduga terkait kasus prostitusi artis dengan tarif puluhan juta rupiah.

Dikutip dari Detik.com (11/12), menurut Partahi Sihombing, Nikita ada janji dengan Ahmad Dhani di restoran yang terletak dalam hotel di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka akan membahas masalah pekerjaan.

"Niki nggak tahu apapun, dia datang ke hotel selain bertemu Cici (rekannya) ada janji ketemu Ahmad Dhani. Dia rencana buat pekerjaan tapi dia (Dhani) nelepon batal dan besok aja ketemunya," kata Partahi saat ditemui di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (11/12/2015).

Nikita memang sempat kerja sama dengan Dhani saat dia diminta menjadi juri tamu acara audisi Dewi-dewi Mahadewi.

Berikut kronologi penangkapan Nikita Mirzani terkait prostitusi artis selengkapnya:

Pada Kamis (10/12/2015) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, dua pria ditangkap 6 anggota Subdit III Bareskrim di lobi Hotel Kempinski, Jakarta Pusat. Keduanya ditangkap setelah melalui pengintaian selama beberapa hari terkait tindak pidana perdagangan orang yaitu prostitusi artis seperti diatur dalam Pasal 2 UU No.21 th 2007.

Penangkapan ini bermula ketika sejumlah anggota subdit VC menyamar (Undercover Buy) sebagai pengguna jasa seks artis komersil. Mereka menyamar dengan profesi sebagai pengusaha dan berpenampilan layaknya eksekutif muda sukses.

Dua anggota yang menyamar sebagai pengusaha batubara ini kemudian berhasil bertransaksi dengan dua mucikari yang menggunakan jasa pekerja seks komersil yang berprofesi sebagai artis. Kedua artis yang ditawarkan adalah Nikita Mirzani dan Puty Revita.

Nikita Mirzani ditawarkan dengan harga sebesar Rp 65 juta untuk sekali kencan. Sementara Puty Revita sebesar Rp50 juta.

Anggota Bareskrim yang tergabung dalam Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) kemudian bergerak menuju hotel yang telah ditentukan oleh kedua mucikari tersebut, yakni di Hotel Kempinski di Jakarta Pusat.

Setelah itu polisi menangkap mucikari bernama Onat dan rekannya yang diduga sebagai manajer Nikita Mirzani dan Puty Revita di lobi hotel tersebut beserta sejumlah uang transaksi.

Satgas TPPO kemudian segera bergerak menuju kamar yang ditunjukkan oleh mucikari tersebut dan menemukan seorang seorang pengguna jasa artis bernama Ferry (undercover buy) atau polisi yang menyamar.

Saat digrebek, kedua artis tersebut dalam kondisi telanjang.

Nikita Mirzani, Puty Revita, Onat dan manager artis tersebut kemudian digelandang ke Bareskrim untuk dimintai keterangannya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, kwitansi pembayaran kamar, 5 Handphone, kondom, kunci kamar dan uang cash sebesar Rp 7 juta.

Advertisements